KOPERTIS WILAYAH IX SULAWESI GELAR WORKSHOP PENGEMBANGAN KARIR DI UNIBOS

KOPERTIS WILAYAH IX SULAWESI GELAR WORKSHOP PENGEMBANGAN KARIR DI UNIBOS

Prof. Jasruddin, M.Si dalam kegiatan ini mengungkapkan harapannya jika Universitas Bosowa (Unibos) dapat meraih akreditasi A dalam waktu segera, dapat membentu Unit Pengembangan Jurnal Internasional dan masuk dalam peringkat 500 besar ranking perguruan tinggi kelas dunia.

Sebelas Kampus Terakreditasi B Susun Proposal PP-PTS di Unibos
Target Nilai A, S2 Budidaya Perairan Unibos Reakreditasi
UNIBOS TERIMA IZIN BUKA 5 PRODI BARU

“Jika ingin menciptakan Sumber Daya Manusia yang berjiwa entrepreneur, jangan melihat entrepreneur hari ini tapi lihatlah pengembangannya empat tahun kemudian. Proses pembelajaran itu harus bersifat future oriented sebab apa yang kita kerjakan hari ini untuk mahasiswa bukan digunakan untuk hari ini, tetapi untuk masa depan”, arahan Prof. Jasruddin, M.Si dalam sambutannya di workshop pengembangan karir yang dilaksanakan di Unibos, Selasa (20/03/2018).

Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi ini juga menuturkan jika tenaga pendidik yang perlu dikembangkan adalah proses pembelajaran jangka panjang. “mahasiswa mestinya dibentuk tidak hanya terdorong untuk melaksanakan proses kuliah. Tetapi juga terdorong melakukan aktivitas pengabdian baik dalam program PKM ataupun pengabdian lainnya”, tambahnya.

Prof. Jasruddin, M.Si dalam kegiatan ini mengungkapkan harapannya jika Universitas Bosowa (Unibos) dapat meraih akreditasi A dalam waktu segera, dapat membentu Unit Pengembangan Jurnal Internasional dan masuk dalam peringkat 500 besar ranking perguruan tinggi kelas dunia.

Dengan mengangkat tema Workshop Program Bantuan pengembangan Layanan Pusat Karir dan Karir Lanjutan 2018 yang dilaksanakan Kopertis Wilayah IX Sulawesi di Universitas Bosowa ini diikuti 100 peserta bagian akademik dan dosen  dari perguruan tinggi swasta se-Kopertis Wilayah IX.

Wakil Rektor I Unibos dalam menyampaikan arahannya pada acara tersebut juga mengungkapkan harapan agar perguruan tinggi swasta terutama dosen Unibos dapat menyeimbangkan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara seimbang.

“Tri Dharma Perguruan Tinggi ini memiliki aspek penting yang memang hanya dengan terwujudnya aplikasi ketiga sisi baik dari segi pengajaran, penelian dan pengabdian yang akan memperlihatkan kualitas suatu universitas. Sehingga saya berharap para tenaga pendidik terutama yang ada di unibos mampu mendorong terwujudnya tiga aspek ini secara seimbang dan juga melibatkan mahasiswa secara lebih efektif untuk menunjukan bahwa Unibos memiliki peningkatan yang signifikan. Terkait kegiatan hari ini memang penting karena ini akan mendorong dosen untuk dapat mengarahkan mahasiswa memahami softskill yang dimiliki mahasiswa yang dapat digeluti kelak agar lebih terarah ketika menginjak dunia kerja”, kaya WR I Unibos, Prof. A. Muhibuddin.

Semangat membangun pengembangan karir mahasiswa yang dimulai dari dorongan tenaga pendidik ini juga dituturkan oleh Direktur Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Menurutnya, pengembangan SDM yang baik bergantung bagaimana tenaga pendidik mampu terdorong untuk menciptakan manusia yang utuh dan ungguh.

“kita semestinya bersatu bersama menciptakan bangsa yang baik, yang cerdas, dan berdaya saing. Saat ini jumlah pengangguran mencapai angka 618 ribu orang dan ini salah satu faktor pengaruhnya karena mereka tidak memahami dunia pendidikan yang mereka geluti dan mengambil dunia pendidikan yang tidak diminati atau bukan pada passionnya. Sehingga disini peran tenaga pendidik butuh perhatian lebih. Anak-anak kita saat ini merupakan anak yang hebat yang dengan mudah berbaur dengan pengembangan teknologi dan zaman, tetapi rapuh juga ketika dihadapkan dengan hoax. Kembali lagi peran tenaga pendidik sangat dibutuhkan. Salah satu cara dalam menanamkan jiwa mahasiswa agar mengenal diri mereka untuk mengetahui dunia kerja yang seperti apa yang mereka ingin geluti kelak, tenaga pendidik juga mestinya mengajarkan tentang kerjasama tim, cerminan-cerminan kreativitas, dan memberi bekal untuk tidak kehilangan akal”, tutur Prof. Dr. Didin Wahidin.

COMMENTS