BERSAMA AJI MAKASSAR, HI UNIBOS GELAR KULIAH TAMU

BERSAMA AJI MAKASSAR, HI UNIBOS GELAR KULIAH TAMU

Kegiatan yang menghadirkan Qadriansyah Agam Sofyan (Ketua Aliansi Jurnalisme Independen Makassar) atau Ketua AJI ini diselenggarakan di Ruang Kuliah lantai 2 Unibos.

HI UNIBOS ADAKAN PENYULUHAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK
IDEALAB HI UNIBOS BAHAS PROYEKSI SETELAH LULUS
WORKSHOP FOTOGRAFI, HI UNIBOS UNDANG FOUNDER CROSSLINE ENTERTAINMENT

Sebagai salah satu rangkaian kegiatan Laboratorium Hubungan Internasional (HI), HI Universitas Bosowa (Unibos) gelar kuliah tamu, Rabu (02/05).

Kegiatan yang menghadirkan Qadriansyah Agam Sofyan (Ketua Aliansi Jurnalisme Independen Makassar) atau Ketua AJI ini diselenggarakan di Ruang Kuliah lantai 2 Unibos.

Mengangkat topik From Peace Jornalism to Conflict Sensitive Journalism, mengundang perhatian dari para mahasiswa HI Unibos yang ikut serta.

Menurut pemateri sapaan Agam ini mengungkapkan beberapa pandangan tentang jurnalisme dan kekerasan konflik saat ini. “kekerasan terjadi jika terdapat kebutuhan yang tidak terpenuhi, perasaan yang tidak tertolong dan adanya seseorang untuk disalahkan”, kata Agam.

“beberapa isu yang terjadi dimasyarakat juga semarak menjadi pemberitaan yang kadang memprovokasi berita lain. Seperti bentrok antara polisi dan masyarakat, konflik agama, dan bagaimana berita tersebut dimuat itu bergantung dari bagaimana seorang jurnalis paham tentang konsep peace jornalism”, tambahnya.

Agam menerangkan jika seorang jurnalis harus mampu mencari angel berita yang luas, bukan tentang bagaimana konfliknya terjadi tetapi apa yang ada dibalik konflik atau isu tersebut.  “ini berfungsi jurnalis sebagai pihak pendamai”, tutur Agam.

Mengangkat beberapa topik dalam kegiatan kuliah tamu, Ketua Prodi HI Unibos menuturkan jika kegiatan laboratorium HI diperuntukan untuk menambah wawasan mahasiswa terkait fenomena dan isu yang sedang semarak menyebar dikalangan masyarakat.

“kita hadirkan praktisi untuk kuliah tamu agar mahasiswa tidak hanya mengetahui teori yang diajarkan dikelas, tetapi juga lebih memahami bayangan dari teori itu. Sehingga kami selalu menghadirkan praktisi yang lebih paham sesuai bidangnya”, kata Zulkhair Burhan.

COMMENTS