MAHASISWA UNIBOS BANTU MASYARAKAT PINRANG KEMBANGKAN ABON IKAN

MAHASISWA UNIBOS BANTU MASYARAKAT PINRANG KEMBANGKAN ABON IKAN

“Agar produk ini lebih terkenal lagi, kami membantu membuat brand tersendiri sebagai brand abon ikan pertama desa tersebut. Sebagai kegiatan lanjutan akan dilakukan pemberian bantuan promosi oleh mahasiswa yang pemasarannya juga dilakukan secara online”, kata Dr. Muhlis Ruslan.

WASPADAI BAHAYA NARKOBA, MAHASISWA PGSD UNIBOS GELAR SEMINAR PENDIDIKAN
MILAD 9 TAHUN, LKM UNIBOS GELAR LOMBA TARI
BERLANGSUNG EMPAT SESI, INILAH PESERTA LOMBA CERDAS CERMAT EKONOMI UNIBOS

Program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bosowa (Unibos) kini berfokus pada kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut diwujudkan  dengan membantu warga di Kabupaten Pinrang melalui pelatihan pembuatan abon Ikan Tuna dan Abon Ikan Bandeng. Hasil olahan tersebut akan mulai dipromosikan usai pemaparan seminar kewirausahaan yang akan dilakukan di Kabupaten Pinrang, Kamis (04/07).

Pengembangan abon ikan ini merupakan salah satu produk khas daerah yang tepatnya terletak di Desa Tasiwalie Kec. Suppa yang menjadi produk pendukung sebagai cendramata bagi para pengunjung Kab. Pinrang. Selain mahasiswa Unibos, pengembangan kewirausahaan dan pembedayaan masyarakat di Kab.Pinrang ini juga melalui pendampingan dosen Unibos, Dr. Erni Indrawati dan Dr. Hj. Abriana.

Penanggung jawab program kewirausahaan abon tuna dan bandeng, Dr. Muhlis Ruslan menuturkan jika program ini dapat membantu kesejahteraan dan juga membuka peluang pendapatan bagi masyarakat setempat.

“Agar produk ini lebih terkenal lagi, kami membantu membuat brand tersendiri sebagai brand abon ikan pertama desa tersebut. Sebagai kegiatan lanjutan akan dilakukan pemberian bantuan promosi oleh mahasiswa yang pemasarannya juga dilakukan secara online”, kata Dr. Muhlis Ruslan.

“Selama program ini dijalankan, kami dan mahasiswa memberikan pelatihan bagaimana pengolahan bahan dasar ikan, rempah-rempah seperti bawang dan bumbu lainnya dan proses penglahannya mulai dari proses pencampuran bahan hingga penggunaan teknologi tepat guna (pres abon) yang berguna untuk meningkatkan kualitas ketahanan abon. Proses abon dalam pengolahan hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam dan disediakan dalam kemasan 250 gram dan 500 gram”, tambah Dr. Muhlis Ruslan yang juga merupakan Direktur Pascasarjana Unibos.

Program inipun mendapat sambutan baik dari warga setempat. Hal tersebut dituturkan oleh Kepala Desa Tasiwalie. “Saya senang sekali kalau warga diberi pelatihan seperti ini. Karena ini bisa membantu kami mewujudkan masyarakat yang lebih kreatif dan membantu suami dalam mendapatkan penghasilan tambahan”, kata Abd. Rahman, S.Pi

 

COMMENTS