MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNIBOS JUARA III LOMBA KOMPETISI TUGAS AKHIR NASIONAL DI JAKARTA

MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNIBOS JUARA III LOMBA KOMPETISI TUGAS AKHIR NASIONAL DI JAKARTA

Multasam yang mengangkat judul Pengaruh Variasi Abu Ampas Tebu dan Pecahan Genteng Terhadap Kuat Tekan Beton Dengan Bahan Tambah Superplasticizer ini berharap tulisan yang dibuatnya tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri tetapi bermanfaat sebagai masukan bagi pihak terkait.

MENINGKATKAN KUALITAS MAHASISWA, TEKNIK SIPIL UNIBOS JALIN KERJASAMA
DIRJEN BINA MARGA DAN UNIBOS JALIN KERJASAMA
MENUMBUHKAN JIWA KOMPETISI, HIMA TEKNIK KIMIA UNIBOS GELAR CHEMICAL FAIR

Mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) kembali mengukir prestasi. Kali ini juara III disabet salah satu mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Unibos dalam Kompetisi Tugas Akhir Nasional yang diikuti 47 Perguruan Tinggi se-Indonesia. Pengumuman pemenang lomba ini dilaksanakan di Universitas Pancasila, Jakarta (02/11/2018).

Dengan mengusung tema Eksistensi Ilmu Teknik Sipil, mahasiswa Teknik Sipil Unibos Multasam berhasil meraih juara III dengan melalui beberapa tahapan. Termasuk tahapan seleksi poster, seleksi skripsi dan seleksi final presentasi.

Multasam mengikuti kompetisi yang diselenggarakan Universitas Pancasila bekerjasama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR) dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJKN) dalam rangkaian Indonesia Infrastucture Week 2018.

Dalam kegiatan ini turut dihadiri Direktur PT.KAI, Sekjen Kementerian PUPR, Sekjen Kementerian Perhubungan, Kepala KADIN Indonesia, Dekan Fakultas Teknik Universitas Pancasila.

Multasam yang mengangkat judul Pengaruh Variasi Abu Ampas Tebu dan Pecahan Genteng Terhadap Kuat Tekan Beton Dengan Bahan Tambah Superplasticizer ini berharap tulisan yang dibuatnya tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri tetapi bermanfaat sebagai masukan bagi pihak terkait.

“Selain bermanfaat untuk mengembangkan ilmu ketekniksipilan kami, melalui hasil tulisan ini saya juga berharap bisa memotivasi mahasiwa khususnya Unibos dalam upaya beranikan diri atas kemampuan yang kita miliki untuk bersaing di kanca nasional sebagai bentuk untuk mengetahui sejauh mana kemampuan diri kita. Ini juga sebagai bentuk kecintaan saya terhadap Unibos dan membantu Unibos untuk lebih dikenal lagi melalui prestasi mahasiswanya”, kata Multasam.

“Dalam tulisan yang saya angkat ini memang termasuk hal yang baru bagi saya sendiri karena disini saya ternyata bisa melihat bagaimana material limbah juga bermanfaat dalam pembuatan beton sebagai pengganti material inti dan ini lebih mampu menghasilkan beton struktural yang ramah lingkungan”, ungkap Multasam.

Mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) kembali mengukir prestasi. Kali ini juara III disabet salah satu mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Unibos dalam Kompetisi Tugas Akhir Nasional yang diikuti 47 Perguruan Tinggi se-Indonesia. Pengumuman pemenang lomba ini dilaksanakan di Universitas Pancasila, Jakarta (02/11/2018).

Dengan mengusung tema Eksistensi Ilmu Teknik Sipil, mahasiswa Teknik Sipil Unibos Multasam berhasil meraih juara III dengan melalui beberapa tahapan. Termasuk tahapan seleksi poster, seleksi skripsi dan seleksi final presentasi.

Multasam mengikuti kompetisi yang diselenggarakan Universitas Pancasila bekerjasama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR) dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJKN) dalam rangkaian Indonesia Infrastucture Week 2018.

Dalam kegiatan ini turut dihadiri Direktur PT.KAI, Sekjen Kementerian PUPR, Sekjen Kementerian Perhubungan, Kepala KADIN Indonesia, Dekan Fakultas Teknik Universitas Pancasila.

Multasam yang mengangkat judul Pengaruh Variasi Abu Ampas Tebu dan Pecahan Genteng Terhadap Kuat Tekan Beton Dengan Bahan Tambah Superplasticizer ini berharap tulisan yang dibuatnya tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri tetapi bermanfaat sebagai masukan bagi pihak terkait.

“Selain bermanfaat untuk mengembangkan ilmu ketekniksipilan kami, melalui hasil tulisan ini saya juga berharap bisa memotivasi mahasiwa khususnya Unibos dalam upaya beranikan diri atas kemampuan yang kita miliki untuk bersaing di kanca nasional sebagai bentuk untuk mengetahui sejauh mana kemampuan diri kita. Ini juga sebagai bentuk kecintaan saya terhadap Unibos dan membantu Unibos untuk lebih dikenal lagi melalui prestasi mahasiswanya”, kata Multasam.

“Dalam tulisan yang saya angkat ini memang termasuk hal yang baru bagi saya sendiri karena disini saya ternyata bisa melihat bagaimana material limbah juga bermanfaat dalam pembuatan beton sebagai pengganti material inti dan ini lebih mampu menghasilkan beton struktural yang ramah lingkungan”, ungkap Multasam.

COMMENTS