LPPM Unibos Sosialisasi TKT Bersama Dewan Pakar Dikti

LPPM Unibos Sosialisasi TKT Bersama Dewan Pakar Dikti

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bosowa menggelar sosialisasi mengenai Pengukuran dan Penetapan Tingkat Kesiapan Tekn

MELALUI SEKOLAH SAMPAH, UNIBOS AJAK MASYARAKAT LAKUKAN 3R
DOSEN DAN HIMPUNAN MAHASISWA BUDIDAYA PERAIRAN UNIBOS GELAR BAKSOS DI PULAU LAKKANG
DRPM KEMENRISTEK DIKTI BERSAMA LPPM UNIBOS GELAR VISITASI MULTI TAHUN

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bosowa menggelar sosialisasi mengenai Pengukuran dan Penetapan Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) berdasarkan peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No.42 tahun 2016, Jumat (19/08).
Sosialisasi ini diadakan di lantai 9 Kampus I Unibos yang menghadirkan Dewan Pakar Dikti Prof. Dr. Bambang Sutarjo. Dalam kegiatan ini juga turut serta 20 orang yang diantaranya LPPM dari Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Universitas Islam Makassar (UIM) dan Sekolah Tinggi Ekonomi (STIE) Lasharan. Pada sosialisasi ini Prof. Bambang selaku pembawa materi memaparkan mengenai hal-hal yang menyangkut TKT khusunya prosedur pelaksanaan dan tujuan ataupun sasaran TKT.
Rektor Unibos Prof. Dr. Ir. HM. Saleh Pallu, M.Eng juga berpartisipasi langsung untuk membuka acara sosialisasi tersebut. Prof. Saleh dalam kesempatannya menyampaikan arahan mengenai upaya dalam memprioritaskan penelitian demi memajukan universitas. “Kita perlu lebih menekuni perkembangan riset dan teknologi sehingga hasil penelitian yang telah dilakukan tidak sia-sia. Penelitian ini juga bisa menjadi suatu bagian yang bermanfaat menjadi produk untuk dapat menunjukan kualitas sebuah universitas”, tegasnya.
Kegiatan ini diadakan guna fokus membahas mengenai keberlanjutan riset yang akan datang. Sehingga hasil penelitian-penelitian berikutnya akan lebih bermafaat dan berguna bagi masyarakat. Hal tersebut juga dipaparkan oleh Ketua LPPM Unibos Dr. Hasanuddin Remmang saat menghadiri acara sosialisasi ini. “Saat ini pemerintah dan Dikti menyadari begitu banyak riset dengan full teory namun kurang diaplikasikan di masyarakat. Oleh karena itu kegiatan ini pada dasarnya sebagai bentuk untuk mengsinergikan mengenai hasil riset dan juga pemanfaatannya di masyarakat umum”, ucap Dr. Hasanuddin.

COMMENTS