LPPM Unibos Pacu Dosen Tingkatkan Proposal Pengabdian Masyarakat

LPPM Unibos Pacu Dosen Tingkatkan Proposal Pengabdian Masyarakat

Sebagai salah satu upaya meningkatkan kemampuan penulisan dosen, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bosowa (Unibos) gelar

MENINGKATKAN KUALITAS JURNAL INTERNASIONAL, LPPM UNIBOS ADAKAN WORKSHOP
REKTOR UNIBOS KUNJUNGAN DI LOKASI KKN
532 MAHASISWA UNIBOS IKUTI PEMBEKALAN KKN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Sebagai salah satu upaya meningkatkan kemampuan penulisan dosen, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bosowa (Unibos) gelar sosialisasi proposal pengabdian masyarakat tahun 2019. Kegiatan ini digelar di Auditorium Aksa Mahmud Lantai 9 Gedung II Unibos, Selasa (16/07/2019).

Dalam kegiatan ini diikuti 53 peserta dari beberapa perguruan tinggi. Termasuk, dosen pengabdi dari Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Politeknik Bosowa, STIE Muhammadiyah Palopo, STIP Muhammadiyah Sinjai, STKIP Muhammadiyah Rappang, STKIP Pembangunan Indonesia, STKIP Puangrimanggalatung Sengkang, STKIP YPUP Makassar, STMIK Kharisma Makassar, Univ.Andi Djemma Palopo, Univ. Atma Jaya Makassar, Unibos, Univ. Cokroaminoto, UIT, UIM, UKIP, Unismuh, UMI, Univ. Muslim Maros dan Univ. Sawerigading.

Pada pemaparan proposal pengabdian masyarakat tahun 2019, kali ini dipaparkan oleh Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat DRPM Kemenristek Dikti, Suwitno, SE.,MM. Dalam kesempatannya menjadi pemateri, Suwitno memberikan motivasi bagi dosen pengabdi untuk terus meningkatkan kemampuan penulisan proposal pengabdian masyarakatnya.

“Pengabdian kepada masyarakat itu tidak hanya menggugurkan kewajiban sebagai seorang dosen. Tetapi terlebih dari itu juga sebagai tenaga pengajar dapat mengaplikasikan pengetahuannya untuk memberi solusi bermanfaat ditengah problematika yang terjadi di masyarakat”, tuturnya.

“Penulisan proposal itu tidak sulit. Asal memenuhi standar kualitas dan prosedur. Prinsip penulisan proposal pemngabdian masyarakat yang perlu dipahami adalah pengabdian tersebut berbasis kewilayahan, berbasis hasil riset, berdasarkan permasalahan dimasyarakat dan sesuai dengan kebutuhan juga tantangan masyarakat, bersinergi dengan multi disiplin ilmu, pengabdi harus bermitra dengan masyarakat yang dituju, kegiatannya diatur dengan terstruktur, memiliki target luaran yang jelas dan berkelanjutan”, tambah Suwitno, SE.,MM.

Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat DRPM Kemenristek Dikti ini juga mengungkapkan data terkait jumlah proposal pengabdian yang tersubmit tahun 2019 ini masih jauh dari sasaran. “Kita memiliki 4.000 perguruan tinggi. Tetapi yang mengsubmit hanya 1.166. Ada juga usulan proposal saat ini jumlahnya yang terupload mencapai 16.778 proposal, tetapi yang lolos hanya 10.276. artinya dosen harus memacu diri lebih giat ada proposal yang diupload dapat disetujui”, katanya.

Selain itu pada pembukaan kegiatan ini, Rektor Unibos Prof Saleh Pallu, M.Eng turut memberi semangat kepada dosen yang akan diberi sosialisasi proposal pengabdian masyarakat.

“Sekarang ini pengabdian kepada masyarakat jika perguruan tinggi kita divitasi maka akan menjadi komponen outcome yang mencapai angkat 35%. Jadi betapa berpengaruhnya pengabdian tersebut kepada pemeringkatan perguruan tinggi. Sehingga semoga dengan kegiatan seperti ini, kita sama-sama memacu agar kita menjadi bagian dari suksesnya pendidikan yang ada di kampus kita”, kata Prof Saleh Pallu, M.Eng.

COMMENTS