FILM HIROKAZU KORE-EDA CERMINAN DIPLOMASI KEBUDAYAAN DI BAHAS DI HI UNIBOS

FILM HIROKAZU KORE-EDA CERMINAN DIPLOMASI KEBUDAYAAN DI BAHAS DI HI UNIBOS

Hal ini juga dilakukan oleh mahaisiswa Universitas Bosowa (Unibos) yang kini menggelar Talkshow Japanese Film Festival berjudul ‘Nobody Knows’ di Auditorium Aksa Mahmud Unibos Sabtu, (24/11/208).

HI UNIBOS BAHAS MASYARAKAT ADAT HARUS DILESTARIKAN, BUKAN DIMANFAATKAN
DEMOKRASI SANTUN DAN AMANAH MENJADI TOPIK DIALOG PUBLIK BEM FISIPOL UNIBOS
Pusat Studi Desentralisasi dan Kerja Sama Global Fisipol Unibos Bahas Lingkungan Hidup

Dunia hiburan memang menjadi hal yang banyak dinikmati masyarakat. Selain menjadi objek menghibur, moral yang terkandung dapat dijadikan pembelajaran bagi para penikmatnya. Termasuk film, karya berjenis demikian merupakan paling banyak dinikmati berbagai kalangan. Oleh sebab itu, berbagai film festival juga banyak digelar sebagai salah satu kegiatan yang menjadi sarana untuk mengenalkan karya.

Hal ini juga dilakukan oleh mahaisiswa Universitas Bosowa (Unibos) yang kini menggelar Talkshow Japanese Film Festival berjudul ‘Nobody Knows’ di Auditorium Aksa Mahmud Unibos Sabtu, (24/11/208).

Dengan mengusung tema ‘Sebuah Percakapan Karya-Karya Hirokazu Kore-eda’ yang mana Hirokazu Kore-eda pencipta film ‘Nobody Knows’. Kegiatan ini digelar dengan kerjasama antara The Japan Foundation dengan Program Studi Hubungan Internasional (HI) Unibos.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri General Director  The Japan Foundation, Tsukamoto Norihisa dan Ketua Program Studi Hubungan Internasional, Zulkhair Burhan MA.

Pada pelaksanaannya, kegiatan tersebut menghadirkan dua orang narasumber. Fivi Elvira selaku Dosen HI Unibos yang menyelesaikan program magisternya di Jepang dan Nurhady Sirimorok selaku seorang penulis, penerjemah, dan peneliti yang karya-karyanya sudah terkenal. Kegiatan tersebut dipandu oleh Riri Riza yang merupakan salah seorang sutradara film.

Hirokazu Kore-eda lahir di tahun 50-an yang mana saat itu merupakan generasi pasca perang di Jepang menceritakan pengalamannya dalam merambah dunia pertelevisian. “saya memulai dengan memberanikan diri membuat karya drama-drama televisi tentang keluarga-keluarga di Jepang yang saat itu biasanya ditonton pada sore hari. Selain memang karena minat say didunia televisi, saya juga cenderung menyukai film yang memberi kesan dramatis dalam sebuah hubungan. Kebanyakan dimulai dari cerita drama yang bukan hanya menceritakan kondisi keluarga di kota besar seperti Tokyo, melainkan juga di daerah regional”, katanya.

“Saya juga banyak terjun dalam pembuatan film dokumenter, kemudian memutuskan membuat film layar lebar diawal tahun 90-an. Beberapa contoh ialah film dengan judul ‘After Life’, ‘Maboroshi’, dan ‘Nobody Knows’ yang diciptakan pada tahun 2004. ‘Nobody knows’ mendapat penghargaan termasuk salah satu film bergengsi di dunia”, tambahnya.

Film Kore-eda ini dibahas mahasiswa HI Unibos karena dapat menjadi pengantar pengertian tentang cerminan diplomasi kebudayaan jepang dan kondisi sosial masyarakat disana. Dimana pemerintah ternyata masih memiliki banyak tugas untuk mensejahterakan masyarakatnya.

COMMENTS