Dosen Unibos Kembangkan Inovasi Makanan Khas “Poteng” di Kabupaten Takalar

Dosen Unibos Kembangkan Inovasi Makanan Khas “Poteng” di Kabupaten Takalar

Sebagai salah satu program kemitraan masyarakat dan pengabdian yang dilakukan sebagai kaum akademisi, Dosen Universitas Bosowa (Unibos) bantu masyarak

Dosen Unibos Bantu Terapkan Google for Education di SMKN 10 Jeneponto
DOSEN FE UNIBOS RAIH GELAR DOKTOR DENGAN PREDIKAT SANGAT MEMUASKAN
BUKU DEKAN FAKULTAS HUKUM UNIBOS DITERBITKAN PENERBIT NASIONAL

Sebagai salah satu program kemitraan masyarakat dan pengabdian yang dilakukan sebagai kaum akademisi, Dosen Universitas Bosowa (Unibos) bantu masyarakat Kabupaten Takalar untuk melakukan inovasi pengembangan Poteng. Kegiatan ini dilaksanakan Minggu, (20/10/2019).

Difokuskan di Desa Parangbambe Kecamatan Galesong, Dosen Unibos selaku pelaksana termasuk H.Agus Salim dan M.Natsir Abduh melaksanakan kegiatan ini dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan usaha agar mendukung perkembangan usaha tersebut.
Dalam proses ini, tim dosen Unibos pun turut memberikan pembinaan pada pengelolaan produk dan membina dalam proses penyebaran informasi yang meluas melalui brosur. Ini ditujukan tiada lain agar meningkatkan penghasilan masyarakat mitra dan membantu merubah pola piker terhadap suatu usaha agar terus dapat bertahan di pasar sasaran.

Beberapa proses kegiatan dalam inovasi produk poteng menjadi beberapa varian produk baru ini dilakukan dengan tahapan seperti, pelatihan meningkatkan produksi, promosi, menjalin hubungan komunikasi dengan konsumen atau langganan, manjemen pemasara, memberikan bantuan alat-alat yang diperlukan dalam pengolahan dan pemasaran produk juga melakukan pendampingan dalam pengolahan produk dan pendampingan dalam pemasaran.

M. Natsir Abduh menuturkan “Usaha makanan khas poteng saat ini tidak cukup banyak masyarakat yang menggelutinya. Melainkan hanya masyarakat tertentu yang telah melakoni dari awal yang tahu bagaimana proses pembuatan makanan tradisional satu ini. Namun di pasaran masih banyak masyarakat yang cukup meminati produk ini, tetapi alangkah lebih baik apabila produk ini diinovasikan menjadi sebuah makanan yang kelasnya meningkat. Seperti, poteng dapat masuk di rumah makan mewah dengan platting dan rasa yang dipadukan dengan lainnya seperti es poteng dan lain-lain. Jadi yang kita bantu kepada masyarakat agar pikiran masyarakat terbuka bagaimana mengelola suatu produk yang sama namun nilai jual dan prestise yang berbeda”, tuturnya.

COMMENTS