DOSEN UNIBOS BIMBING PENGUSAHA MEBEL PAHAMI TATA KELOLA MANAJEMEN

DOSEN UNIBOS BIMBING PENGUSAHA MEBEL PAHAMI TATA KELOLA MANAJEMEN

Usaha yang diberdayakan melalui program PKM tersebut berlokasi di Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Usaha mebel milik Supardi Daeng Sibali bernama Mebel Al Ghazali ini berbahan dasar kayu akasia dan kayu jati merah lokal Sulawesi Selatan yang disuplai dari Kabupaten Maros, Kabupaten Bulukumba, dan Kabupaten Gowa

PERERAT SILATURAHMI, UNIBOS GELAR HALAL BIHALAL
MENGKAJI WIRAUSAHA, DOSEN UNIBOS RAIH GELAR DOKTOR
UNIBOS DAN BKM KELURAHAN WAJO BARU BERLATIH TEKNOLOGI SABLON

Dosen Fakultas Teknik Universitas Bosowa (Unibos) Dr. Ir. Syafri dan Dr. St. Rukaiya melalui program PKM memberikan pemahaman tata kelola manajemen usaha, produksi, pengelolaan keuangan, dan teknik pemasaran pada para pemilik usaha mebel yang seringkali mengalami masalah ‘jarang laku’ terhadap produknya, Kamis (01/11/2018).

Usaha yang diberdayakan melalui program PKM tersebut berlokasi di Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Usaha mebel milik Supardi Daeng Sibali bernama Mebel Al Ghazali ini  berbahan dasar kayu akasia dan kayu jati merah lokal Sulawesi Selatan yang disuplai dari Kabupaten Maros, Kabupaten Bulukumba, dan Kabupaten Gowa.

Produksi mebel dalam usaha tersebut dikerjakan berdasarkan pesanan dan juga sesuai ide pemilik usaha dengan klasifikasi kayu kelas A untuk jati dengan kualitas terbaik, kelas B untuk kualitas sedang, dan kelas C untuk kualitas rendah. Permasalahan yang terjadi dalam usaha tersebut ialah produksi seringkali belum laku. Hal itu terjadi akibat pemilik usaha belum memamahi tata kelola manajemen, teknik produksi, dan pemasaran.

“Strategi pemasaran yang dilakukan oleh Mebel Al Ghazali belum menggunakan media iklan, juga pemasaran dilakukan dari mulut ke mulut. Masalah lain yang sering dihadapi menyangkut aspek keuangan adalah terhambatnya pembayaran oleh pihak konsumen. Pemilik usaha belum membuat laporan keuangan sebagai bahan acuan untuk mengelola keuangan usaha secara terpadu”, ungkap Dr. Syafri.

“itu sebabnya bimbingan memahami tata kelola manajemen masih sangat dibutuhkan. Itu yang akan kami berikan kedepannya. Kami berharap dampak positif yang diharapkan adalah usaha mebel dapat berkembang sehingga keuntungan yang diperoleh kelompok mitra mebel lebih meningkat. Pada intinya, program yang akan dihasilkan dari kegiatan ini adalah bertambahnya pola pokir dan pengetahuan pengusaha mebel dalam mengelola usahanya secara berkelanjutan”, tambahnya.

COMMENTS