Dosen Unibos Bantu Peningkatan Kualitas Produksi Rajungan di Desa Pungdata Baji

Dosen Unibos Bantu Peningkatan Kualitas Produksi Rajungan di Desa Pungdata Baji

Sebagai salah satu cara membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat juga dilakukan Dosen Universitas Bosowa (Unibos) dengan melakukan pendampingan t

Dosen Unibos Bantu Tingkatkan Produksi Kerajinan Kayu Desa Kassi Loe
Dosen Unibos Bantu Peningkatan Kualitas Produksi Rajungan di Desa Pungdata Baji
Rektor Unibos Tanda Tangani Kesepakatan Kerjasama Dengan Pemkab Pangkep

Sebagai salah satu cara membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat juga dilakukan Dosen Universitas Bosowa (Unibos) dengan melakukan pendampingan terhadap produksi produk unggulan daerah. Kali ini dilakukan tim Dosen Unibos, Paulus Lebang, M.Ridwan dan Hadijah yang berfokus pada pengembangan komoditas kepiting rajungan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pungdata Baji Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep, Minggu (11/10/2019).

Kegiatan yang melibatkan kelompok nelayan rajungan di desa tersebut ditujukan untuk peningkatan kualitas produksi kepiting rajungan. Hal tersebut juga dituturka Paulus Lebang selaku Ketua Tim. “Nelayan dalam menekuni usahanya cukup menjanjikan kehidupan yang sejahtera, namun kenyataannya masih membutuhkan pengembangan untuk hasil produksi yang lebih baik. Permasalahan yang dialami kelompok nelayan ini karena kualitas produk kurang terpenuhi standar dan aspek pemasaran. Sehingga ini menjadi pendorong kami untuk membantu peningkatan potensi daerah yang ada”, katanya.

Beberapa tahapan dan proses yang dilakukan dalam kegiatan ini termasuk pendampingan cara proses produksi rajungan yang dimulai dari sortiran kepiting, pembersihan, penimbangan, pengukusan, pendinginkan, pendagingan, pengepakan, peyimpanan, penganguktan, pemasaran dan penjualan.

Maksud kegiatan ini juga diutarakan anggota tim pelaksana. “Dengan adanya pendampingan kelompok nelayan di daerah ini, maka manfaat yang diperoleh adalah volume penjualan meningkat 37,45 %, dimana sebelumnya nelayan hanya memperoleh pendapatan setiap bulannya rata- rata antara Rp.900 ribu – Rp.1,3 juta. Ini disebabkan karena kepeting rajungan bila tidak ditangani secara profesional, maka kualitas daging yang dihasilkan rendah dan bobot timbangannya berkurang. Sehingga dianjurkan kepada nelayan untuk kepiting yang didapat paling lambat 45 menit harus dikukus agar kandungan daging dan bobot timbangannya tidak berkurang”, ungkap Hadijah.

“Kedepan kami harap, kami dapat bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk kelanjutan pembinaan dan semoga dapat diberikan ruang bagi kelompok nelayan untuk lebih berkembang usahanya. Salah satunya dengan mendukung klinik bisnis antara nelayan dan tim Unibos. Jadi nelayan yang ingin konsultasi dan diberi pendampingan, secara terorganisir dapat dilakukan tim Unibos”, tambahnya.

COMMENTS