BEM SASTRA UNIBOS GELAR TOEFL WORKSHOP

BEM SASTRA UNIBOS GELAR TOEFL WORKSHOP

Dengan maksud meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang Toefl, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sastra Universitas Bosowa (Unibos) menggelar To

HIMAPSIH UNIBOS DAN ALIANSI HAM HIV AIDS SULSELBAR ADAKAN DIALOG PUBLIK
482 MAHASISWA IKUT SELEKSI OLIMPIADE NASIONAL MIPA DI UNIBOS
FKIP UNIBOS BUKA KLINIK BAHASA

Dengan maksud meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang Toefl, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sastra Universitas Bosowa (Unibos) menggelar Toefl Workshop di Balai Sidang 45 Makassar, Selasa (27/3).

Workshop dengan tema Education in a Digital Society menghadirkan pemateri dari Modem Toefl, termasuk Chandra Mindset, Ermita Ali dan Syarkawil Pratama. Modem Toefl sebagai wadah pembelajaran digital khusus IELTS dan Toefl ini membawakan beberapa pemaparan kiat-kiat memahami tes Bahasa Inggris.

Founder Modem Toefl, Chandra Mindset mengungkapkan pentingnya memahami pengaruh penguasaan bahasa asing terhadap kualitas sosialisas. Menurutnya, tidak dapat dipungkiri bahwa mahasiswa tidak mampu menghindari percepatan modernisasi tetapi memang hal ini harus dihadapi.

“Apa yang Modem Toefl berikan kepada mahasiswa dalam menghadapi mobilitas zaman yang terus berkembang akan menjadi modal awal untuk memudahkan kita berinteraksi dengan negara luar. Mahasiswa jangan takut mencari ilmu diluar proses perkuliahan yang formal seperti ini. Sebab pengalaman diluar juga bisa memberikan wawasan tambahan,”kata Founder Modem Toefl.

Selain itu, salah satu praktisi Toefl, Syakrawil Pratama juga memberikan kiat-kiat memahami Toefl.

“Tes bahasa inggris seperti ini sebenarnya banyak jenisnya yang harus dipahami. Tetapi Toefl menjadi acuan standar untuk masuk ke jenjang tingkatan pendidikan yang lebih tinggi ataupun menjadi penilaian dalam dunia kerja. Kiat memahmi Toefl selain mengetahui jenis tes nya juga harus menguasai teknik jawab, strukturnya dan bentuk pertanyaannya. Toefl itu tidak perlu ditakuti karena tidak ada penilaian salah dalam pengerjaan”, ungkapnya.

Dekan Fakultas Sastra, Dr. Mas’ud Muhammadiyah menuturkan jika memang perlu penambahan wawasan bagi mahasiswa untuk tidak berpuas diri terhadap ilmu yang ditekuni. Sebab ilmu akan terus membutuhkan pengembangan agar mampu menjadikan wawasan lebih mengglobal seperti apa yang ingin dicapai dalam misi Universitas Bosowa.

“Tuntutlah ilmu hingga ke negeri cina. Ini pepatah yang mestinya jadi pembelajaran mahasiswa untuk tidak berhenti menuntut ilmu. Dalam penguasaan bahasa asing, sebaiknya pelajari dulu secara pragmatis atau latihan dasar yang rutin dalam bebricara. Jika sudah sedikit memahami polanya dan penggunaan kosa katanya, barulah pelajari strukturnya,” tutur Dekan Fakultas Sastra Unibos.

 

COMMENTS