DOKTOR FAKULTAS PERTANIAN UNIBOS KEMBALI BERTAMBAH

DOKTOR FAKULTAS PERTANIAN UNIBOS KEMBALI BERTAMBAH

Dosen Fakultas Pertanian Unibos, Sutia Budi,S.Pi.,M.Si melangsungkan sidang promosi doktor di Ruang Sidang Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar, Kamis (20/07).

Sidang promosi ini dilangsungkan dengan Prof. Dr. Ir. Muh. Yusri Karim,MS selaku Promotor dan Prof. Dr. Ir. Muh. Natsir Nessa,MS bersama Dr. Ir. Dody Dharmawan Trijuno,M.App.,Sc selaku Ko-Promotor.

Mengangkat judul Pengaruh Suplementasi Asam Lemak Omega 3 Hufa dan Hormon Ecdyson pada Pakan Alami Terhadap Performa Fisiologis, Perkembangan dan Kelangsungan Hidup Larva Kepiting Bakau (Scylla Olivacea) ini dihadiri puluhan peserta termasuk Wakil Rektor II Universitas Bosowa (Unibos) juga kalangan civitas akademika Universitas Bosowa.

Sutia Budi,S.Pi.,M.Si yang mengambil program doktoral pada tahun 2012 lalu kini meraih nilai sangat memuaskan pada ujian promosi dalam bidang Ilmu Pertanian ini.

Penelitian yang berfokus pada peningkatan performa, aktivitas metamorfosis dan evaluasi tingkat kelangsungan hidup pada larva kepiting bakau dianggapnya penting utnuk memiliki perhatian khusus. Mengingat bahwa saat ini produksi budidaya kepiting bakau dilihat mengalami kendala pada penyediaan benih. Sementara kepiting bakau termasuk salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis  sangat tinggi.

“Kepiting bakau memang telah dibudidayakan dibeberapa daerah di Indonesia. Akan tetapi pembudidayaannya menghadapi kendala utama termasuk dalam hal ketersediaan benih yang terbatas. Sehingga budidaya komoditas satu ini memang membutuhkan perhatian juga termasuk mulai dari segi pakan, pemeliharaan dan perkembangan larva”, ungkap Dosen Prodi Budidaya Perairan Unibos.

Dalam promosi ini, Dosen yang kini menyandang gelar Doktor juga menambahkan jika pengembangan saat ini juga masih belum dapat teraplikasi dengan baik jika kurangnya penyatuan persepsi dalam lingkup masyarakat, praktisi dan peneliti. “Pola budidaya kepiting ini membutuhkan industri sendiri untuk pengelolahannya. Semua stakeholders mestinya terlibat didalam pembangunan prasarana budidaya sehingga komoditas ini dapat berkembang dengan baik”,tambah Sutia Budi,S.Pi.,M.Si.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *