LPPM UNIBOS MEMBINA KELOMPOK USAHA “KUE KACANG TUMBUK “ DI BANTAENG

LPPM UNIBOS MEMBINA KELOMPOK USAHA “KUE KACANG TUMBUK “ DI BANTAENG

Kelompok Usaha Rumah Tangga “Kue Kacang Tumbuk” Desa Tombolo Kabupaten Bantaeng mendapat perhatian khusus dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Bosowa (Unibos).

Hal ini terlihat dari aktifitas pelatihan manajemen usaha dan penyusunan laporan keuangan yang sementara berlangsung di aula masjid Desa Tombolo Kabupaten Bantaeng, Kamis (13/07).

Menurut Ketua pelaksana program IbM tersebut menuturkan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan peningkatan kualitas kinerja mitra dalam hal ini kelompok rumah tangga dan pengembangan “Kue Tradisional”. “Peningkatan yang dimaksudkan adalah peningkatan volume penjualan dan laba mitra, manajemen pemasaran yang lebih terarah dan lebih luas, penatakelolaan laporan keuangan yang sesuai standar, serta peningkatan kesejahteraan anggota kelompok mitra”, tutur Dr. Firman Menne, M.Si.

Selanjutnya menurut Dosen Fakultas Ekonomi Unibos ini bahwa usaha kelompok masyarakat seperti ini dulunya mengalami berbagai kendala. “Seperti volume produksi yang terbatas disebabkan minimnya perangkat teknologi, pangsa pasar yang kecil, belum adanya pengukuran kinerja keuangan yang baik, sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan sentuhan perangkat teknologi tepat guna yang dapat digunakan oleh mitra untuk melakukan dan meningkatkan produksi”. Tambahnya.

Selain itu pranata keuangan mitra dapat didesain dengan hadirnya laporan keuangan yang sesuai standar untuk kepentingan pelaporan dan keberlanjutan organisasi serta mengatasi masalah pengelolaan keuangan tradisional selama ini yang tidak memisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan lembaga.

Dalam kesempatan ini berbagai kegiatan transfer ipteks yang dilakukan oleh pelaksana program juga dilakukan. Seperti pelatihan manajemen usaha, yakni pelatihan yang dimaksudkan untuk memberikan penguatan kepada mitra dalam melakukan usahanya terutama dari sisi manajerial serta menambah wawasan mitra untuk bekerja secara professional, pelatihan penggunaan peralatan teknologi tepat guna untuk membantu mitra dalam melakukan proses produksi terutama dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi, pelatihan manajemen keuangan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya memisahkan harta pribadi dari harta kelompok mitra, dan pelatihan penyusunan laporan keuangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *