MEMAHAMI GEOTEKNIK DALAM SEMINAR KETEKNIKSIPILAN HMS UNIBOS

MEMAHAMI GEOTEKNIK DALAM SEMINAR KETEKNIKSIPILAN HMS UNIBOS

Menambah wawasan mahasiswa terkait peranan rekayasa geoteknik sebagai aspek penting dalam menunjang pembangunan infrastruktur, Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Universitas Bosowa (Unibos) gelar seminar ilmiah ketekniksipilan, Kamis (30/03).

Seminar yang digelar di Balai Sidang 45 Makassar ini menghadirkan Prof.Dr.Ir.H.Lawelanna Samang,MS.,M.Eng, Dr.Ir.Abd.Rahman Djamaluddin,MT dan  Dr.Eng.Tri Harianto,ST.,MT sebagai pemateri.

Dengan mengangkat beberapa judul berbeda, masing-masing pemateri memberi pemahaman kepada peserta terkait tanah yang menjadi unsur penting dalam kualitas hasil pembangunan teknik sipil.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Rektor III Unibos ini tidak hanya diikuti 100 mahasiswa, tetapi juga dihadiri beberapa dosen dari universitas lainnya seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Fajar, Universitas Muslim Indonesia, beberapa konsultan teknik sipil juga masyarakat umum.

Memberi pemahaman terkait rekayasa geoteknik, Dr.Ir.Abd.Rahman Djamaluddin memaparkan pembahasan tanah gambut. Menurutnya, tanah dengan karakteristik organik yang memiliki sifat fisik berbeda dan daya dukung rendah yang berpengaruh pada kualitas pembangunan ini masih dapat direkayasa dengan berbagai teknik agar kembali mampu digunakan.

“Di Indonesia, penyebaran tanah gambut ini sangat besar terdapat di tiga provinsi termasuk Kalimantan, Sumatera dan Papua. Tanah gambut ini masih dapat dijadikan pondasi namun bergantung dari ketebalan lapisan tanah tersebut sebelum pembangunan dilakukan”, ungkap akademisi teknik sipil itu.

Bukan hanya tanah gambut, memahami jenis tanah lainnya dalam pembangunan juga sangat perlu dilakukan. Salah satu yang diangkat dalam pembahasan Dr.Eng.Tri Harianto,ST.,MT terkait tanah ekspansive yang juga memerlukan rekayasa agar dapat digunakan sebagai pondasi.

“Jenis tanah ekspansive ini kualitasnya ditentukan berdasarkan kadar air. Kadang terjadi keretakan itu karena dipengaruhi dari perlakuan dan jenis tanah yang berbeda. Seorang teknik sipil memang harus mampu memahami dan cerdas dalam memilah tanah yang akan dijadikan pondasi. Sebab kualitas pembangunan juga didasari pada pondasi yang digunakan”, ungkap praktisi geoteknik tersebut.

Wakil Dekan II Fakultas Teknik yang turut hadir dalam kegiatan ini menuturkan jika agenda rutin ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa menambah pengetahuan keilmuan dan kepakaran terkait teknik sipil. “Semoga mahasiswa mampu menyerap apa yang menjadi bahan kajian dipaparkan para pemateri”, pungkas Awaluddin Hamdy,ST.,M.Si.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *