MEA: Kesempatan, Tantangan, dan Ancaman

MEA: Kesempatan, Tantangan, dan Ancaman

Himpunan Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bosowa (Unibos) menggelar seminar internasional dengan tema International Education : The Way Of Winning The Future bertempat di Balai Sidang Unibos, Jumat (29/1).

Seminar ini bertujuan untuk semakin meningkatkan pengetahuan di era MEA hari ini. Seminar yang mengundang DR. lanita Winata Ph. D.,CPPA.,CPA.,CA selaku Dosen Senior dari Universitas Griffith Australia ini juga turut  dihadiri oleh Rektor Unibos beserta jajarannya, Dekan Fakultas Ekonomi beserta jajarannya, Ketua Prodi Fakultas Ekonomi, Dosen Unibos, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Ekonomi beserta Ketua Himpunan Akuntansi, pihak dari PT. Perkasa, pihak dari inspektoral dan IT Provinsi, Serta Mahasiswa yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi di Makassar.

“Seminar-seminar semacam ini juga menjadi kewajiban bagi mahasiswa. Hal ini merupakan proses yang akan mampu memberikan dan menambah wawasan kepada seluruh mahasiswa hingga pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat tercapai,” Ungkap Prof Saleh Rektor Unibos.  Prof Saleh menegaskan berbagai pembenahan yang dilakukan oleh Unversitas Bosowa termasuk dalam hal pengembangan kerja sama dengan berbagai pihak dari dalam dan luar negeri.

Dalam menghadapi MEA saat ini, dibutuhkan kesamaan pandangan bahwa MEA adalah kesempatan, tantangan, namun juga suatu ancaman bagi masyarakat Indonesia. “Dengan adanya MEA, maka badan, jasa, investasi, dan tenaga terampil, serta modal akan masuk ke Indonesia,” ungkap DR. Lanita Winata.

“Kesempatannya  adalah banyak orang akan bisa belajar bersama dengan orang – orang asing. Sedang tantangannya adalah Persaingan dalam MEA akan menyeleksi tenaga – tenaga yang berkualitas. Dan ancamannya, kita yang tidak termaksud dalam kriteria akan tersingkir dan digantikan oleh tenaga ahli dari luar negeri,” tegasnya.

DR. Lanita merupakan warga asli Indonesia, yaitu Semarang namun berkarir sebagai dosen senior di Griffith University. Kemampuannya yang diandalkan, membuatnya mampu diterima di Australia. “Kita harus mempunyai wawasan yang luas. Dalam meningkatkan kualitas diri, kita harus mampu menguasai ilmu, teknologi, bahasa, dan menguasai diri. Agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing,” Tambahnya.

Dalam sambutannya, Rektor Unibos berharap Universitas Griffith ini kedepan dapat menjalin kerjasama dengan Unibos dalam berbagai bidang. “hal ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meningkatkan kualitas lulusan Unibos,” tutupnya. (NV Unibos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *